ohhh..Christian Ronaldo

Standar

Portugal beruntung menurunkan Silvestre Varela. Penyerang berusia 27 tahun itu menjadi penentu kemenangan Portugal atas Denmark di Lviv, Ukraina, Rabu (13/6). Ia lesakkan gol terakhir pada menit ke-87 dalam laga dengan skor 3-2 untuk Portugal.

Christian Ronaldo

Varela melengkapi kemenangan Portugal yang didahului gol Pepe dan Helder Postiga pada menit ke-24 dan ke-36. Pertanyaan yang muncul di benak penonton Piala Eropa 2012 agaknya sudah jelas: ke mana Cristiano Ronaldo yang digadang-gadang menjadi tulang punggung Portugal?

Nyatanya, Ronaldo memang bermain buruk. Paling sedikit tiga kali ia membuang kesempatan menambah gol untuk Portugal. Momentum terbaik Ronaldo berlangsung pada menit ke-77. Ia berhadapan langsung dengan kiper Denmark, Stephan Andersen, tanpa seorang bek pun lawan menghalangi. Kesempatan emas yang bagi penyerang biasa pun tak sulit mengonversi menjadi gol.

Kejadian selanjutnya adalah tatapan tak percaya penonton di Arena Lviv. Ronaldo gagal. Tak perlu susah payah bagi Andersen untuk memburu tembakan Ronaldo karena arahnya melenceng ke kiri gawang Denmark. Bahkan, Andersen tak menyentuh bola sama sekali. Spontan sorakan seantero stadion membahana saat Ronaldo menyia-nyiakan peluangnya.

Duel empat mata juga terjadi pada menit ke-49 dengan hasil yang sama. Dua kali sepakan Ronaldo ke gawang lawan pun tumpul, sekali pada awal babak pertama dan kedua menjelang akhir paruh laga pertama. Ekspresi Ronaldo setelah itu serupa: meringis atau terlihat jengkel.

Alih-alih menciptakan gol, Ronaldo malah diganjar kartu kuning pada menit ke-2 tambahan waktu babak kedua. Singkat kata, sudah dua kali Portugal berlaga, tetapi Ronaldo, salah satu pemain terbaik dunia, belum juga mempersembahkan gol.

Penampilan mandul yang sungguh tak merefleksikan pemain dengan rekor nilai transfer tertinggi. Pada tahun 2009, logo seragam Ronaldo berganti setelah Real Madrid membayar 131,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,17 triliun kepada Manchester United.

Ronaldo telah lama disanjung-sanjung sebagai pemain termahal. Gaya hidupnya yang flamboyan, dikelilingi wanita, modis, serta bermain di tim papan atas agaknya menempatkan Ronaldo di menara gading. Taji Ronaldo yang tak setajam dulu menjadi indikasi bahwa kualitas rata-rata penyerang Portugal juga menurun.

Tim A Seleccao Eropa tumbang saat melawan Jerman pada pertandingan perdananya. Jika saat itu Portugal tak mencetak gol, mungkin wajar karena berlaga dengan lawan kuat. Namun, Portugal juga sempat kelabakan pada laga kedua saat menahan dahsyatnya ledakan tim ”Dinamit” dan hanya mampu unggul tipis.

Ronaldo tinggal punya satu kans di babak grup untuk menunjukkan performa cemerlangnya saat laga 17 Juni melawan Belanda. Jika Ronaldo bisa menyelaraskan kelihaiannya dengan bintang terang Varela, Pepe, dan Postiga dalam laga terakhir itu, Portugal baru bisa menggenggam tiket lolos Grup B.

Akan tetapi, bukan laga yang mudah dilewati untuk lolos dari grup neraka karena Portugal bakal menghadapi Belanda, yang sudah dua kali kalah dan ingin menegakkan citra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s