“Singa Muda” akan Permalukan Perancis

Standar

Naik turun roda kehidupan selama 36 tahun menggeluti sepak bola disadari betul oleh Pelatih Inggris Roy Hodgson. Kini, pilihannya menangani ”Singa Muda” pada gelaran Piala Eropa 2012 adalah puncak kariernya. Dia siap membawa ”Singa Muda” Inggris mengaum.

Pemain depan Inggris, Wayne Rooney, menendang bola dalam sesi latihan di Stadion Dombass Arena, di Donesk, Ukraina, Minggu (10/6). Foto AFP

Menangani persiapan tim nasional sekelas Inggris hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat, kurang dari dua bulan jelang kompetisi yang sesungguhnya, bukanlah pekerjaan mudah. Hodgson sadar akan hal itu.

Namun, Hodgson bersyukur, dengan berbagai kontroversi jelang laga pembuka Grup D, Steven Gerrard dan kawan-kawan tidak dihinggapi beban tambahan sebagai salah satu tim favorit.

”Cukup senang ketika dalam perjalanan mendengar banyak orang mengatakan Anda akan menghadapi pertandingan yang sulit melawan Perancis. Mereka lebih baik dibandingkan Inggris,” kata pelatih kelahiran Croydon, 65 tahun lalu ini.

Inggris akan menghadapi Perancis pada laga pembukaan Grup D di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Senin (11/6) malam WIB.

Dia menuturkan, anggapan seperti itu tak membuat para pemainnya patah arang. Sebaliknya, mereka semakin termotivasi dan berpikir Inggris memiliki modal dan peluang untuk menang.

”Mereka tak takut menghadapi Perancis,” katanya. Inggris pernah mengalami kekalahan menyakitkan pada laga persahabatan di Stadion Wembley, London, tahun 2010. Waktu itu, Inggris kalah 1-2. Sejak saat itu, tim ”Ayam Jantan”, julukan Perancis, selalu difavoritkan bila bertemu dengan Inggris.

Kapten Inggris, Gerrard, dalam situs resmi FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) menyadari kalau mereka bukan tim unggulan. Bila Inggris bisa menahan Perancis atau bahkan memenangi laga pembuka, pesan mereka sangat jelas: Inggris tidak boleh dianggap remeh.

”Saat ini kami hanya berfokus menghadapi Perancis. Terlalu percaya diri pada kemampuan tim bisa berdampak buruk. Namun, saya percaya, kami bisa bermain jauh lebih baik,” ujarnya.

Stewart Downing, gelandang Inggris, menyatakan hal senada dengan Gerrard. Dia yakin, Inggris bisa menggapai hasil optimal meski tak diunggulkan pada laga itu. ”Kami tahu mereka adalah tim yang bagus. Namun, kami tahu kelemahan mereka,” katanya.

Berbeda dengan Fabio Capello yang terkenal sangat keras dan disiplin mengatur jadwal pemainnya, Hodgson lebih memilih membiarkan Joe Hart dan kawan-kawan memiliki waktu santai yang luang.

Tiba di pemusatan latihan, pemain Inggris juga tidak dikawal ketat. Bahkan, mereka dibiarkan bercengkerama dengan pendukung dan penduduk lokal di sekitar lokasi latihan.

Lini belakang

Menjelang laga kedua tim, Pelatih Perancis Laurent Blanc menyadari Inggris tak boleh dipandang remeh. Laga kedua tim berbeda dengan laga negara lain.

”Para pemain Inggris akan mengerahkan kemampuan mereka di luar yang mampu Anda bayangkan ketika kedua negara bertemu. Pertandingan nanti bukan laga biasa,” katanya.

Dia menuturkan, meski Inggris tidak diperkuat beberapa pemain terbaiknya, seperti Frank Lampard dan Wayne Rooney, pada laga pembuka, tak berarti kekuatan mereka akan berkurang. Mantan pemain belakang Manchester United dan Barcelona ini meyakini Hodgson akan mengubah gaya permainan Gerrard dan kawan-kawan.

Ia juga meyakini laga kedua tim akan banyak bertumpu pada kemampuan fisik. ”Tak akan mudah menundukkan Inggris,” ujarnya.

Blanc, yang didapuk menangani tim Perancis usai perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, mengakui tidak memiliki banyak masalah dengan lini tengah dan depan timnya. Namun, dia mengakui komposisi lini belakang masih belum tepat.

Rekor kebobolan empat gol dalam 10 laga kualifikasi Piala Eropa 2012 dan hanya kebobolan dua gol dari tiga laga persahabatan terakhir belum memuaskan Blanc. Dua gol ke gawang Perancis saat laga persahabatan dengan Eslandia, dua pekan lalu, membuatnya tidak tenang.

Media Perancis mengkritik kuartet Adil Rami, Philippe Mexes, Patrice Evra, dan Mathieu Debuchy karena gagal menghalau bola dari wilayah pertahanan ”Ayam Jantan”. Namun, Blanc tetap membela anak asuhnya dengan mengatakan, lebih baik membuat kesalahan saat kompetisi belum dimulai daripada melakukannya di Piala Eropa.

Para pemain Perancis pun menyatakan siap bertarung dengan ”Singa Muda” Inggris. Yohan Cabaye, gelandang, menyatakan, kemenangan di Wembley tahun lalu memberikan keuntungan moril bagi timnya. Namun, ia menyatakan tetap mewaspadai setiap perubahan di tim Inggris.

sumber : AFP/AP/Reuters/MHD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s