Kapal Pinisi Labuan Bajo

Standar

Layar pada tiang yang terpancang di buritan mempercepat laju kapal. Perut kapal menyerupai pelepah kelapa sehingga sangat seimbang ketika berada di atas gelombang laut. Kapal kayu tradisional ini adalah khazanah dari budaya bahari Indonesia. Namanya, kapal pinisi yang dibikin dari daerah Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Mereka telah membuat ratusan kapal kayu sejak ratusan silam. Dan meramaikan jalur transportasi laut di Indonesia hingga ke manca negara.

Kapal pinisi di Labuan Bajo

Pada masa silam kapal pinisi banyak digunakan untuk keperluan perdagangan. Baik perdagangan antar pulau maupun internasional. Para pelaut kita mengambil hasil laut dan rempah-rempah dari satu pulau ke pulau lainnya. Dan kemudian mereka jual di kota-kota besar di Indonesia. Dengan kemampuan navigasi, tradisi melaut yang melegenda, dan mental mengarungi lautan menjadikan pelaut Indonesia terkenal tangguh hingga ke manca negara.

Kini, banyak kapal pinisi digunakan juga untuk keperluan pariwisata. Ruang-ruang di atas kapal disulap layaknya seperti hotel. Ada ruang kamar tidur yang nyaman, fasilitas pendingin udara dan sederet kemewahan layanan terbaik di atas kapal. Mereka melayani pelayaran dan wisata terbaik di pulau-pulau Indonesia. Salah satunya terdapat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Anda tentu saja akan menikmati pelayaran di atas kapal pinisi saat di Labuan Bajo. Melewati gugus pulau kecil yang eksotik. Dan tentunya berkunjung ke pulau taman jurasik di Pulau Komodo. Hewan melata dari jaman purba ini telah berevolusi hingga tampak seperti saat ini. Komodo hidup bebas di pulau yang kering dan terisolir dari kehidupan lain. Mereka bertahan hidup dengan melahap daging kerbau maupun rusa yang hidup liar di pulau tersebut.

Kapal pinisi berbobot tambun hingga ratusan ton. Kapal pinisi memang memiliki keunikan. Kapal ini tidak menggunakan paku. Mereka mendirikan kapal mulai dari dinding dulu. Dan kemudian membuat rangka kapal. Tehnik ini mereka pakai hingga sekarang sebagai pedoman pembuatan kapal perahu pinisi.

Ada empat sub suku yang mampu membuat pinisi. Di antaranya, Konjo di bagian selatan Sulawesi Selatan (Ara, Bira dan Tanah Biru), Mandar di Sulawesi Barat sampai bagian utara Makasar, Bugis di wilayah sekitar Wajo bagian timur Teluk Bone, dan Makassar di wilayah sekitar Kota Makasar.

Pinisi punya sejarah yang mendunia. Pelaut kita mampu mencapai hingga ke Madagaskar di Afrika hingga melakukan perjalanan ke Jepang dan Vancouver, Kanada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s