Berita Buruh Migran

Standar

First of all, please see this new blog that we create to collect recent news on migrant workers: The Ecosoc News Monitor on migrant workers. Click here.

  1. 21 Maret 2007, Dokumen Palsu Antar Tiga Ibu Rumah Tangga ke Penjara, Kediri, Radar Kediri, Sri Utami
  2. 18 Maret 2007, Malaysia Akan Tangkap 500 Ribu Pekerja Illegal, Kuala Lumpur, AFP, dipublikasikan/dioleh oleh Republika, fer
  3. 21 Maret 2007, TKI Besuki Tewas di Taiwan, Tulungagung, Radar Tulungagung, ziz
  4. 18 March 2007, Malaysia plans to arrest half a million illegal workers this year, KL, Zeenews, Bureau Report ..
  5. 12 March 2007, Target – half a million illegal immigrants, KL, Malaysia Kini, ..
  6. 27 February 2007, Western Union launches D2B service to Indonesia, Brunei, Borneo Bulletin, Sonia K.
  7. 11 Desember 2006, Pekerja Migran RI akan Kirim Uang $20 M Lima Tahun Mendatang, Kuala Lumpur, ANTARA News, NN
  8. 11 Desember 2006, Bandara Solo Dilengkapi Terminal TKI, Solo, ANTARA News, NN
  9. 11 Desember 2006, Pramuwisma Indonesia Jatuh dari Lantai Enam di Singapura, Singapura, ANTARA News, NN
  10. 09 Desember 2006, Dozens of women killed in domestic violence , Semarang, The Jakarta Post, Suherdjoko
  11. 08 Desember 2006, Selama Masih Diperas, TKI Sebaiknya Tak Dikirim, Jakarta, Tempointeraktif, Ninin Damayanti
  12. 06 Desember 2006, RUU Perdagangan Manusia Diharapkan Selesai Pada hari Ibu, 22 Desember, Jakarta, Tempointeraktif, Aqida
  13. 27 November 2006, Tenaga Kerja Dipukuli Sampai Buta, Jakarta, Tempointeraktif,Ibnu Rusydi
  14. 24 November 2006, 10,000 workers sent to Malaysia , Semarang, The Jakarta Post, NN
  15. 19 November, Pengiriman Empat Tenaga Kerja Wanita Ilegal Digagalkan, Situbondo, Tempointeraktif, MAhbub Djunaidy
  16. 03 November 2006, Duta Khusus Amerika Tegur Indonesia Soal Perdagangan Manusia, Jakarta, Tempointeraktif, Mustafa Moses
  17. 30 Oktober 2006, DPR Akan Bahas Asuransi Buruh Migran, Jakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  18. 29 Oktober 2006, Pemerintah Belum Siap Teken Konvensi Buruh Migran, Jakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  19. 18 Oktober 2006, 24 Perusahaan Penempatan Buruh Migran Ditutup, Jakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  20. 16 Oktober 2006, TKI Tewas di Perairan Laut Jepang, Karanganyar, Tempointeraktif, Imron Rosyid
  21. 06 Oktober, 2006, Jenasah TKW yang Tertinggal di Bandara Tiba di Rumah Duka, Kediri, Tempointeraktif, DWIDJO U. MAKSUM
  22. 01 Oktober 2006, Premi Asuransi TKI Dipertanyakan, Jakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  23. 01 Oktober 2006, Menteri Erman Pertahankan Konsorsium Asuransi TKI Jakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  24. 29 September 2006, Jumlah Uang Kiriman TKI Menurun Tahun Ini, Kediri, ANTARA News, NN
  25. 29 September 2006, Menakertrans Akan Buka Bank TKI, Tangerang, ANTARA News, NN
  26. 25 September 2006, Menteri Bantah Monopoli Asuransi PekerjaJakarta, Tempointeraktif, Nur Aini
  27. 25 September 2006, Beijing Closes Schools for Migrant Children in Pre-Olympic Clean Up – Thousand Left Without Access To Education, New York, hrw.org, NN
  28. >21 September 2006, RUU Antiperdagangan Orang,Sanksi bagi Pelaku Harus Beri Efek Jera, Jakarta, Suara Pembaharuan Daily, NN
  29. 18 September 2006, 400 Pelabuhan Ilegal di Batam Picu Perdagangan Manusia, Batam, Suara Pembaharuan Daily, NN
  30. 09 September 2006, Perusahaan Asuransi Tak Bisa Melindungi TKI, Jakarta, Suara Pembaharuan Daily, NN
  31. 06 September 2006, Women ‘form half of all migrants’ , United Kingdom, BBC News, NN
  32. 06 September 2006, Women ‘invisible face of migration’ United Kingdom, BBC News, Emily Buchanan
  33. 05 September 2006, Pekerja Migran RI Akan Kirim Uang $20 Miliar Lima Tahun Mendatang Kuala Lumpur, ANTARA News, NN
  34. 05 September 2006, Malaysia Deportasi 1.800 TKI bermasalah30, Makasar, ANTARA News, NN
  35. 05 September 2006, Korsel Kembali Izinkan Pengiriman TKI, Tetapi Lalui Depnakertrans, Jakarta, ANTARA News, NN
  36. 05 September 2006, Presiden Minta Aparat Berantas Preman dan Calo TKI Jakarta, ANTARA News, NN
  37. 02 September 2006, Lagi, TKI Disiksa Majikan, Indramayu, Liputan6.com, BOG/Ridwan Pamungkas
  38. 02 September 2006, Manpower ministry keeps workers, Korean firms waiting , Jakarta, The Jakarta Post, Abdul Khalik
  39. 01 September 2006, Polisi Kupang Menggagalkan Pengiriman TKI Iilegal, Kupang, Liputan6.com, ADO/Didimus Payong Dore
  40. 31 Agustus 2006, Critics cast doubts on migrant lounges, Jakarta, The Jakarta Post, Ridwan Max Sijabat
  41. 30 Agustus 2006, Delapan BPR Biayai TKI ke Luar Negeri , Jakarta, Republika Online, Evy
  42. 30 Agustus 2006, Presiden Resmikan Ruang Tunggu TKI , Jakarta, Republika Online, Osa
  43. 30 Agustus 2006, Treat migrant workers fairly, Yudhoyono says, Jakarta, The Jakarta Post, Ridwan Max Sijabat
  44. 29 Agustus 2006, Banyak Anak Buruh Belum Mengenyam Pendidikan , Jakarta, Republika Online, Fia
  45. 29 Agustus 2006, Presiden Meresmikan TKI Louge, Tangerang, Liputan6.com, Tim Liputan 6 SCTV
  46. 27 Agustus 2006, Pengiriman TKI berkedok Kerjasama Sekolah Terbongkar, Polopo, Liputan6.com, BOG/Wahyudi Baso
  47. 26 Agustus 2006, Bunuh Diri, TKW Ditemukan di Kamar Kos, Purworejo, Liputan6.com, MAK/Wiwik Susilo
  48. 25 Agustus 2006, Kiriman Guru untuk Anak Buruh Migran, Jakarta, Tempointeraktif, Mustafa Moses
  49. 24 Agustus 2006, Pekerja Migran RI Akan Kirim uang $20 Miliar Lima Tahun Mendatang, Kuala Lumpur, ANTARA News, NN
  50. 24 Agustus 2006, Kesepakatan Indonesia-Malaysia tentang PRT Selesai Bulan Ini, Kuala Lumpur, ANTARA News, NN
  51. 24 Agustus 2006, TKI Lebanon akan Diungsikan ke Suriah, Kuala Lumpur, ANTARA News, NN
  52. 22 Agustus 2006, Illegal migrant workers tell tales of hope and disappointment , Tanjung Pinang, The Jakarta Post, Fadli
  53. 21 Agustus 2006, Jenazah Tenaga Kerja yang Tertembak di Arab Saudi Tiba, Mamuju, Tempointeraktif, Anwar Anas
  54. 21 Agustus 2006, Pekerja Indonesia Sebaiknya Setor Nama ke Kedutaan, Jakarta, Tempointeraktif, Rini Kustiani
  55. 19 Agustus 2006, Kurangi TKI Pembantu , Jember, Radar Jember, ZWW
  56. 15 Agustus 2006, Lagi, 102 Pekerja Indonesia Dipulangkan Paksa, Jakarta, Tempointeraktif, Sandy Indra Pratama
  57. 13 Agustus 2006, Supaya Pahlawan Tak Dianiaya, Jakarta, MBM Tempo, Heri Susanto, Yura Syahrul
  58. 11 Agustus 2006, Dideportasi, TKI Bintoro Tewas, Patrang, Radar Jember, NN
  59. 11 Agustus 2006, Pemerintah Dunia Diminta Melindungi Buruh Migran , Jakarta, Metrotvnews, BEY
  60. 11 Agustus 2006, Hak-Hak Buruh Migran Perempuan Masih Terancam, Jakarta, Hukum Online, NN
  61. 11 Agustus 2006, RI-Malaysia Dinilai Langgar Konvensi Penghapusan Diskriminasi Perempuan, Jakarta, ANTARA News, NN
  62. 09 August 2006, TKI di Hong Kong ’Underpayment’ , Hongkong, Kedaulatan Rakyat, NN
  63. 8 Agustus 2006, Serial Diskusi, Solusi Persoalan Buruh Migran, Jakarta, JP Online, Henny Irawati
  64. 07 Agustus 2006, DPRD Bahas Raperda Buruh Migran, Cianjur, Pikiran Rakyat, NN
  65. 07 Agustus 2006, Perusahaan Pengerah Buruh Akan Ditertibkan, Sulawesi Selatan, Tempo Interaktif, Anwar Anas
  66. 02 Januari 2006, RI workers to get education in Malaysia , Jakarta, The Jakarta Post, Adisti Sukma Sawitri
  67. 1 Agustus 2006, Buruh Migran Asal Kalbar Harus Didata, Pontianak, Pontianak Post, NN
  68. 31 Juli 2006, Konvensi Perlindungan Buruh Migran Perlu Dirativikasi, Jakarta, Republika Online, Uli
  69. 28 Juli 2006, Pemerintah Didesak Evakuasi 10.000 Buruh Migran dari Lebanon, Jakarta, Kompas Cyber Media, Edj
  70. 28 Juli 2006, Pemerintah Didesak Evakuasi 10 Ribu Buruh Migran Dari Lebanon, Jakarta, Radio Republik Indonesia, NN
  71. 26 Juli 2006, PRT Asal Indonesia Ikut Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon , Jakarta, Media Indonesia Online, Teguh Rachmanto
  72. 18 Juli 2006, Ribuan WNI Jadi Budak Seks, Jakarta, Bangka Belitung Online, JBP/Yus
  73. 13 Juli 2006, Pemerintah Depnakertras Harus Benahi Sistem Pengiriman TKI , Jakarta, Media Indonesia Online, Mirza Andreas
  74. 08 Juni 2006, Sehari 680 Orang Jadi Korban Trafficking, Batam, Tribun Batam Online, Noe
  75. 06 Juli 2006, PKB Merangkul Para TKI, Jakarta, Tribun Batam Online, JBP/Ewa
  76. 29 Mei 2006, Irene Fernandez, Pantang Surut, Jakarta, KCM Kompas , Maria Hartiningsih
  77. 19 Mei, TKW Disetrika Hingga Tewas, Kuala Lumpur, Banjarmasin Post, NN
  78. 19 Mei 2006, 70 Korban Trafficking per Bulan, Tanjung Pinang, Tribun Batam Online, Aji
  79. 18 Mei 2006, Kematian TKI di Singapura Meningkat, Jakarta, Tempointeraktif, nieke
  80. 18 Mei 2006, KOMNAS Perempuan Minta Menakertrans Mengamandemen MoU Indonesia dan Malaysia, Jakarta, Departemen Komunikasi dan Informatika RI, T. Yr/Toeb
  81. 10 Mei 2006, Indonesia Diharapkan Sediakan Mekanisme Penegakan Hak Asasi Buruh Migran, Jakarta, Republika online, antara/pur
  82. 30 April 2006, LSM Temukan Alamat TKW Korban Mutilasi di Malaysia, Surabaya, Gatra Online, NN
  83. 15 Maret 2006, Pemkab Madiun Kurang Kreatif Olah Potensi TKI, Madiun, Seketika.com, Wahono Karyadi
  84. 09 Maret 2006, Indonesia Targetkan Pengiriman 700 Ribu TKI Jakarta, Tempointeraktif, Zaky Almubarok
  85. 08 Maret 2006, Dua Buruh Migran Asal Kediri Tewas tak Wajar di Malaysia dan Saudi, Kediri, Media Indonesia Online, Mirza Andreas
  86. 26 April, 2006, Pemerintah Diminta Awasi Ketat Perlindungan TKI, Jakarta, Tempointeraktif , Zaky Almubarok I
  87. 06 April 2006, Kabupaten Malang Beri Kredit Calon TKI, Malang, Tempointeraktif, Bibin Bintariadi
  88. 24 Januari 2006, DPR Usulkan RUU Perlindungan Buruh Migran, Jakarta, Suara Karya Online, NN

2 pemikiran pada “Berita Buruh Migran

  1. Problem tki/tkw tak sepenuhnya salah penerima kerja.lebih disebabkan adanya trend baru dalam kehidupan bangsa kita terutama masyarakat miskin.Kenyataan dalam pengriman tkw para suami memanfaatkan para istri mereka menjadi kebiasaan terutama disentra sentra masyarakat miskin desa.Juga orang tua dan saudara menjadikan mereka sebagai sapi perah.Bagi pemerintah kenyataan buruk seperti ini seakan hanya dinamika atau gabah dalam beras padahal dilapangan pegiriman tkw ibarat beras oplosan antara yang betul betul karena kebutuhan ekonomi murni dari si tkw bercampur dengan kebusukan para suami atau orang tua si tkw.Entah berapa persen dari 1.9juta tkw kita yang dioplos dengan kebusukan ?????.Berapa persen yang terkena pelecehan PJTKI(no report)ssstttt….berapa persen yang terkena pelecehan para sponsor (no report)sssttttt….berapa persen yang terkena pelecehan majikan(no actual report)ssssttttt….maaf comment ini hanya menjelekan tapi memang susah untuk melaporkan kebaikan kecuali dari jumlah devisa yang besar dan mengurangi pengangguran.saya ingin mengajukan saran tetapi terkadang sifat sok tahu ini hanya jadi tertawaan para pembusuk.Tak apa yah.!Saran pertama mengapa tidak terlihat da usaha memberdayakan penghasilan mereka dengan memberikan mereka ketrampilan setelah mereka kembali sehingga tidak balik kembali, ada keuntungan diantaranya membuka lapangan kerja baru dan modal mereka menjadi produktip.Kedua , Seleksi ketat dengan cara wawancara yang serius di depnaker sehingga yang terjual suami,terjual orang tua,terjual sponsor atau terjual PJTKI bisa diperkecil.Kenapa mereka harus takut masih puluhan juta yang bersedia jadi tkw.Saran ketiga tkw harus menyandera uang atas nama rekening mereka sebesar minimal 50% dan hanya boleh diambil saat mereka pulang dimana bank indonesia bisa mengontrol toh bank bisa mengontrol para penunggak,inipun bisa dilakukan pada para majikan yang harus menyetor uangnya ke rekening siTKW.Bank dalm hal ini harus memberikan laporan para majikan yang nakal kepada pemerintah ,cara ini mungkin akan mengurangi kenakalan majikan dalam pembayaran.Terakhir Majikan diwajibkan untuk memberikan kesempata sebulan sekali pada si TKW untuk komunikasi ke Indonesia minimal 10menit sehingga keluarga tahu keadaan TKW juga menghindari hilangnya komunikasi.Sekian dulu dan terima kasih dengan forum ini

  2. Problem tki/tkw tak sepenuhnya salah penerima kerja.lebih disebabkan adanya trend baru dalam kehidupan bangsa kita terutama masyarakat miskin.Kenyataan dalam pengriman tkw para suami memanfaatkan para istri mereka menjadi kebiasaan terutama disentra sentra masyarakat miskin desa.Juga orang tua dan saudara menjadikan mereka sebagai sapi perah.Bagi pemerintah kenyataan buruk seperti ini seakan hanya dinamika atau gabah dalam beras padahal dilapangan pegiriman tkw ibarat beras oplosan antara yang betul betul karena kebutuhan ekonomi murni dari si tkw bercampur dengan kebusukan para suami atau orang tua si tkw.Entah berapa persen dari 1.9juta tkw kita yang dioplos dengan kebusukan ?????.Berapa persen yang terkena pelecehan PJTKI(no report)ssstttt….berapa persen yang terkena pelecehan para sponsor (no report)sssttttt….berapa persen yang terkena pelecehan majikan(no actual report)ssssttttt….maaf comment ini hanya menjelekan tapi memang susah untuk melaporkan kebaikan kecuali dari jumlah devisa yang besar dan mengurangi pengangguran.saya ingin mengajukan saran tetapi terkadang sifat sok tahu ini hanya jadi tertawaan para pembusuk.Tak apa yah.!Saran pertama mengapa tidak terlihat da usaha memberdayakan penghasilan mereka dengan memberikan mereka ketrampilan setelah mereka kembali sehingga tidak balik kembali, ada keuntungan diantaranya membuka lapangan kerja baru dan modal mereka menjadi produktip.Kedua , Seleksi ketat dengan cara wawancara yang serius di depnaker sehingga yang terjual suami,terjual orang tua,terjual sponsor atau terjual PJTKI bisa diperkecil.Kenapa mereka harus takut masih puluhan juta yang bersedia jadi tkw.Saran ketiga tkw harus menyandera uang atas nama rekening mereka sebesar minimal 50% dan hanya boleh diambil saat mereka pulang dimana bank indonesia bisa mengontrol toh bank bisa mengontrol para penunggak,inipun bisa dilakukan pada para majikan yang harus menyetor uangnya ke rekening siTKW.Bank dalm hal ini harus memberikan laporan para majikan yang nakal kepada pemerintah ,cara ini mungkin akan mengurangi kenakalan majikan dalam pembayaran.Terakhir Majikan diwajibkan untuk memberikan kesempata sebulan sekali pada si TKW untuk komunikasi ke Indonesia minimal 10menit sehingga keluarga tahu keadaan TKW juga menghindari hilangnya komunikasi.Sekian dulu dan terima kasih dengan forum ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s