Sisi Religi Sepak Bola

Standar

Banyak yang meragukan jika Diego Armando Maradona adalah santo, orang suci. Namun, di Napoli, legenda Argentina itu memang dianggap santo, dan orang Napoli tidak pernah peduli apakah orang Katolik lainnya setuju atau tidak. Di Napoli, hubungan antara Maradona dan penduduk kota begitu dekat, sedekat hubungan mereka dengan gereja. Ini karena Maradona bukan sekadar pemain bola atau sekadar bintang. Dialah yang mengangkat Napoli dari ”penindasan” sepak bola, bahkan Maradona dianggap ”nabi” pembebas dari penjajahan sosial.

tores jual kelapaSebelum Maradona datang ke Napoli tahun 1980-an, penduduk kota itu merasa menjadi kelas dua di Italia. Berada di bagian selatan Italia yang relatif lebih miskin ketimbang saudaranya di utara, Napoli menemukan jati diri ketika Maradona membawa mereka menjadi juara Liga Serie A. Ini adalah ”proklamasi kemerdekaan” Napoli dari penindasan sosial kota di utara yang lebih makmur, terutama Milan dan Roma, dua kota yang dianggap pusat peradaban Italia dan dunia.

Faktor Maradona pula yang membuat penduduk Napoli sempat dicibir sebagian bangsa Italia lainnya. Saat kesebelasan Argentina tampil di semifinal Piala Dunia 1990 melawan Gli Azzurri Italia di Stadion San Paolo, Napoli, seisi stadion justru memihak Argentina. Celakanya lagi, Argentina menang dan melaju ke final sebelum ”dicurangi” Juergen Klinsmann dan kalah oleh gol penalti Andreas Brehme. Saat Maradona menangis seusai kekalahan melawan Jerman, media Italia menulis, ”kesedihan dan air mata Maradona juga dirasakan warga Napoli yang tidak berhenti berdoa sepanjang laga….”

Meski kemudian Maradona jatuh dalam jurang narkoba dan beberapa kali dirawat akibat overdosis, kecintaan warga Napoli tidak pernah luntur. Ketika dia dipulangkan dari Piala Dunia 1994 Amerika Serikat akibat mengonsumsi narkoba, beberapa gereja di Napoli menggelar misa khusus untuk keselamatan Maradona.

Baca lebih lanjut

Iklan

“Antonius Pulo: Laki-Laki yang Berani Menerobos Tradisi”

Standar

Keterampilan menenun bagi masyarakat Toraja dan masyarakat lain di Indonesia identik dengan pekerjaan perempuan. Tidak ada orang tua yang mengajarkan atau mendorong anak lelakinya belajar menenun. Ini merupakan konsekuensi dari berlakunya tradisi dalam masyarakat yang membagi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Sesuai dengan tradisi,  menenun adalah tugas perempuan. Laki-laki dianggap tidak pantas untuk melakukan pekerjaan yang merupakan tugas perempuan. Bila tradisi ini dilanggar, si pelanggar tentunya akan mendapatkan sanksi. Tanpa diduga, ada juga orang Toraja yang berani menerobos tradisi masyarakatnya.

IMG_4120Salah satu penerobos tradisi masyarakat Toraja itu adalah Antonius Pulo, 33 tahun, laki-laki asal kampung Annoni, lembang (desa) Tiroallo, kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara. Dialah satu-satunya laki-laki di kampungnya yang berani melawan tradisi. Selain mengerjakan pekerjaan laki-laki, seperti bertani, menggembala kerbau, dan bertukang, ia juga membantu istrinya melakukan kerja menenun. Ia tak peduli dengan olok-olok para lelaki di kampungnya. Ia juga tak peduli meskipun sering disebut ‘bencong’ – sebutan yang biasa ditempelkan pada para lelaki yang pembawaannya seperti perempuan. Bahkan saat aku meminta Antonius untuk menunjukkan kebolehannya dalam menenun, beberapa lelaki mengganggunya dengan memasukkan dua gumpal kain ke dalam dadanya. Dengan cara itu mereka hendak meledek Antonius sebagai lelaki yang berpayudara alias ‘bencong’. Inilah rupanya sanksi bagi lelaki yang berani melakukan kegiatan menenun.

Baca lebih lanjut

Berkunjung Ke Tanah Toraja

Standar

Tana Toraja merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Awal tahun ini saya punya kesempatan berkunjung ke kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Toraja Utara merupakan daerah otonom hasil pemekaran kabupaten tanah Toraja yang terletak sekitar 380 km sebelah utara Makassar. Wilayah Toraja secara keseluruhan sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adat serta Upacara Pemakamannya.

DSCN2729Jika anda ingin berwisata Ke Tana Toraja dapat menggunakan penerbangan domestik Makassar-Tana Toraja. selama  45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Dapat pula ditempuh dengan kendaraan darat, membutuhkan waktu 8-10 jam perjalanan. Jika anda memilih jalur transportasi darat sepanjang perjalanan dari makasar anda akan menikmati pemandangan yang indah, di wilayah pare pare anda akan melintas sepanjang pantai dan sebelum memasuki Kabupaten Enrekang anda dapat menikmati keistimewaan  dan keindahan khas Gunung  Buttu Kabobong , yang bentuknya mirip mahkota.

Baca lebih lanjut

Beban Rakyat Kian Berat

Standar

Pada akhir tahun 2012, rezim neoliberal telah mengumumkan di tahun 2013 akan menaikkan harga tarif dasar listrik (TDL). DPR pun telah menyetujui usulan pemerintah agar dana subsidi untuk listrik tahun 2013 dialokasikan sebesar Rp 78,63 triliun, dengan asumsi ada kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen, terkecuali untuk kelompok pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Kenaikan tarif ini rencananya akan dinaikkan secara bertahap, dengan kenaikan 4,3 persen per tiga bula

cjAlasan rezim neoliberal untuk menaikkan tarif dasar listrik ini adalah karena subsidi untuk listrik telah sangat memberatkan anggaran negara. Dengan alasan yang sama, rezim neoliberal juga mulai berpikir untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena subsidi untuk BBM juga dinilai membebani APBN. Hal ini semakin menunjukkan, bahwa bagi rezim neoliberal agenda untuk mengurus rakyat dengan memberikan subsidi merupakan beban.

Baca lebih lanjut

Prilaku Kriminal, Feodal dan kolonial Pemerintahan Kab. Manggarai Barat

Standar

Surat Gugatan Terbuka (pertama)

Kepada : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Barat
Dan Turut Tergugat Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT

Kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dan Bupati Kabupaten Manggarai Barat kami perlu tegaskan bahwa Hak pada dasarnya berintikan kebebasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu berkenaan dengan sesuatu atau terhadap subjek hukum tertentu atau semua subjek hukum tanpa halangan atau gangguan dari pihak manapun, dan kebebasan tersebut memiliki landasan hukum (diakui atau diberikan oleh hukum) dan karena itu dilindungi hukum.

Namun dalam kenyataan yang terjadi konsepsi terhadap hak tersebut sama sekali tidak dihiraukan Pemkab Mabar. Kami menilai Pemerintah Mabar sedang melakoni peran pemaksaan melakukan pencabutan hak terkait pengadaan tanah untuk pembangunan jalan di wilayah Waenahi Kelurahan wae Kelambu kecamatan Komodo kabupaten Manggarai Barat. Kami sebagai pemilik tanah merasa hak hak kami dilangar oleh kebijakan Pemkab Mabar ini.

FAKTA :

Baca lebih lanjut

Kaya Hayati Minus Terobosan

Standar
Laporan Akhir Tahun tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam
KOMPAS, 20 Desember 2012
Ekonomi tumbuh, kelas menengah bermunculan, dan daya beli masyarakat menguat. Itu kabar baik. Namun, bagaimana figur pengelolaan sumber daya alam dikaitkan praktik pembangunan berkelanjutan? Apa kaitan ekonomi saat ini dengan masa depan sumber daya alam?
DEKLARASI: ALIANSI MASYARAKAT PEDULI NUSA TENGGARA TIMUR – ALMADI NTTTak bisa dimungkiri, industri berbasis pengelolaan sumber daya alam (SDA) masih andalan penerimaan negara. Untuk memenuhi target penerimaan pajak tahun 2012 sebesar Rp 1.032 triliun, pemerintah mengintensifkan pemungutan pajak dari bisnis SDA, terutama minyak dan gas, kelapa sawit, serta mineral dan batubara. Atas kebijakan itu, SDA jelas-jelas komoditas berharga untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Dieksploitasi beratus tahun, kekayaan alam negeri ini bagai tak pernah habis.
Dari daftar 10 orang terkaya Indonesia tahun 2012 dengan kekayaan triliunan rupiah per orang, separuh lebih berbisnis pengelolaan SDA, yakni batubara, kelapa sawit, dan pabrik kertas. Itu di luar pabrik rokok. Dari sana pula bagian kelompok kelas menengah baru muncul. Harus diakui, industri ekstraktif turut menggerakkan roda ekonomi dan pertumbuhan ekonomi negara. Namun, harus diakui pula bahwa praktik rakus lahan hutan alam dan korupsi merugikan negara. Sayangnya, valuasi ekonomi atas kerusakan yang ditimbulkan tak pernah menjadi bagian penting pengambilan kebijakan investasi di daerah.
Konflik Lahan
Praktik kotor industri ekstraktif masih saja terjadi. Menteri Koordinator Baca lebih lanjut

Perampok Uang Rakyat

Standar

SUDAH lebih dari 14 tahun reformasi di negeri ini bergulir. Dalam rentang waktu tersebut sudah empat presiden memimpin Republik berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa ini. Dalam kurun itu pula, negeri ini telah berkonsensus memilih jalan demokrasi untuk menggapai keadilan dan kemakmuran.

krSayangnya, wajah demokrasi kita masih sangat bopeng. Demokrasi masih didominasi ritus simbolik, belum substantif. Partai politik yang diharapkan menjadi pejuang dan penjaga demokrasi, justru elitenya membajak demokrasi tersebut untuk kepentingan yang amat sempit.

Baca lebih lanjut